GEJOG LESUNG SANGGAR SANGIR MEMANFAATKAN KISAH MASA LALU DAN MASA KINI DARI SANGIRAN

Main Article Content

Wiwit Hermanto

Abstract

The aim of this study is to introduce gejog lesung by Sanggar Sangir at the Sangiran Site. The
results of the study revealed that; (1) The studio was founded in 2015 with the initiation of the
Ruang Theater community and the agreement of several residents of Ngampon, Krikilan Village,
Kalijambe District, Sragen Regency, (2) Every problem that occurs in the studio is resolved using
a deliberative approach and returned to the principle of self-actualization through the art of gejog
lesung in free time, (3) Work in the form of songs sung other than those which are commonly
known to the public as well as their own work as a creative effort to make the performance unique
by combining stories from the past and daily life in Sangiran, (4) The uniqueness of the work
makes Sanggar Sangir's gejog lesung receive invitations to perform both in the surrounding area
and outside the city, and (5) Sanggar Sangir's seriousness in developing gejog lesung received
facilitation from the Sangiran Ancient Human Museum in 2017 and 2018 in the form of developing
knowledge and improving art quality.


Tujuan dari kajian ini adalah mengenalkan gejog lesung Sanggar Sangir yang ada di di Situs
Sangiran. Hasil kajian mengungkapkan bahwa; (1) Awal berdiri sanggar adalah tahun 2015 atas
inisiasi komunitas Teater Ruang dan kesepakatan beberapa warga Dusun Ngampon, Desa
Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, (2) Setiap permasalahan yang terjadi di dalam
sanggar diselesaikan dengan pendekatan musyawarah dan dikembalikan pada prinsip aktualisasi
diri melalui seni gejog lesung dengan memanfaatkan waktu luang, (3) Karya berupa lagu yang
dibawakan selain yang sudah umum dikenal masyarakat juga karya sendiri sebagai upaya kreatif
untuk membuat pementasan menjadi khas melalui pemaduan kisah masa lalu dan kehidupan
sehari-hari di Sangiran, (4) Kekhasan karya menjadikan seni gejog lesung Sanggar Sangir
mendapatkan undangan pentas baik di wilayah sekitar maupun luar kota, dan (5) Keseriusan
Sanggar Sangir dalam mengembangkan seni gejog lesung mendapatkan fasilitasi dari Museum

Article Details

How to Cite
Hermanto, W. (2024). GEJOG LESUNG SANGGAR SANGIR MEMANFAATKAN KISAH MASA LALU DAN MASA KINI DARI SANGIRAN. Jurnal Pendidikan Seni Dan Industri Kreatif, 4(2), 14–23. https://doi.org/10.70571/psik.v4i2.123
Section
Articles

References

Duwiningsih, Ratna S.P., Ike W., Gunawan, Iwan

SB. (2014). Mereka Memperdalam Arti

Penting Situs Sangiran. Sragen: Balai

Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Direktorat Jenderal Kebudayaan,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Duwiningsih. (2017). Laporan Kegiatan

Pemberdayaan Masyarakat Pelatihan Gejog

Lesung. Sragen: Balai Pelestarian Situs

Manusia Purba Sangiran.

Handini, R. (2015). Balung Buto Dalam Persepsi

Masyarakat Sangiran: Antara Mitos Dan

Fakta. KALPATARU, Majalah Arkeologi. 24

(1).

Hermanto, W. (2018). Menghidupkan Kembali

Mitos Balung Buto Melalui Film: Kajian

Komparasi Film BPSMP Sangiran. Jurnal

Sangiran Nomor 7.

Hermanto, W. (2020). Kelompok Tari Purba:

Aktifitas Dan Peran Dalam Upaya Pelestarian

Situs Sangiran Melalui Kesenian yang dimuat

pada Jurnal Sangiran. Jurnal Sangiran Nomor

Hermanto, W. (2021). Melalui Kesenian Gejog

Lesung, Sanggar Sangir Berperan

Menyebarkan Informasi Tentang Sangiran

Pada Masyarakat. Jantra 16 (1).

Hermanto, W. (2021). Perkembangan Mitos

Balung Buto Dan Pemanfaatannya Dalam

Gejog Lesung Teater Sangir. Jantra 16 (2).

Rahmani, D. (2018). Pelatihan Gejog Lesung di

Sanggar Sangir, sebagai Aset Wisata di Situs

Purba Sangiran. Jurnal Abdi Seni 9 (1).

Rohman, M.M. (2017). Sangiran Dalam

Tembang Gejok Lesung: Strategi Pelestarian

Situs Sangiran Melalui Kesenian Lokal

Masyarakat. Jurnal Sangiran Nomor 6.

Sulistyanto, B. (2003). Balung Buto: Warisan

Budaya Dunia dalam Perspektif Masyarakat

Sangiran. Yogyakarta: Kunci Ilmu.

Widianto, H. (2011). Nafas Sangiran Nafas

Situs-Situs Hominid. Sragen: Balai Pelestarian

Situs Manusia Purba Sangiran. Direktorat

Jenderal Kebudayaan, Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan.

Widianto, H., Simanjuntak, T. (2009) Sangiran

Menjawab Dunia. Sragen: Balai Pelestarian

Situs Manusia Purba Sangiran. Direktorat

Jenderal Kebudayaan, Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan.